Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Avarage rating app 5/5. Vote count: 32.186

Mengenal Saham Syariah

Mengenal Saham Syariah secara garis besar merupakan surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan modal para pemegang saham pada sebuah perusahaan. Semua pemegang saham tersebut memiliki hak untuk mendapatkan bagi hasil dari perusahaan yang sahamnya mereka beli. Saham itu sendiri memiliki dua jenis yakni saham konvensional yang mana investor dapat mudah membeli saham perusahaan yang mereka inginkan, baik halal maupun non halal.

Saham Syariah

Sedangkan Saham Syariah investor hanya dapat membeli saham perusahaan yang menjual produk halal yaitu tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Saham syariah meliputi Sukuk (obligasi syariah) yang secara harafiah, sukuk berasal dari Bahasa Arab yang berarti instrumen legal. Sukuk juga merupakan pilihan anda untuk mendeskripsikan surat berharga jangka panjang dengan prinsip syariah.

Beda sukuk dengan obligasi adalah sukuk tidak mengenal istilah kupon bunga seperti halnya obligasi. Karena investasi halal menganggap bunga adalah riba dalam transaksi piutang. Maka obligasi syariah atau sukuk akan menyebutnya dengan istilah bagi hasil. Sukuk adalah surat berharga yang terbit oleh pemerintah atau swasta dalam investasi syariah sendiri, Anda yang tertarik berinvestasi sukuk bisa memilih sukuk ritel yang terbit oleh pemerintah.

Sukuk ritel terkelola berdasarkan prinsip syariah dengan kupon berupa ujrah yang terbayarkan setiap bulan dalam jumlah yang sama sampai dengan akhir periode. Saham syariah lainnya adalah Reksadana syariah, yang mana cara kerja reksadana konvensional dan syariah sama, yaitu manajer investasi yang akan mengelola dana investor. Terkait reksa dana syariah, sangat penting bagi Anda untuk berhati-hati dalam memilih produk reksa dana dan manajer investasi yang tepat.

Reksadana syariah juga terawasi oleh badan pemerintah pengawas syariah (DPS) yang akan terjun langsung membantu manajer investasi untuk mengembangkan produk investasi syariah. Berikut simulasi perhitungan imbal hasil yang anda dapatkan dari investasi syariah jika bermain pada sektor saham syariah. Anda membeli saham perusahaan x sebesar satu juta dengan harga satu lot Rp 5.000. Maka, anda memiliki 200 lot saham setiap bulan.

Namun, perlu anda ketahui bahwa ada beberapa biaya yang harus anda keluarkan seperti biaya online sebesar 0,1 persen, biaya pajak penjualan 0,1 persen, serta biaya pajak pokok sebesar 10 persen. Namun anda tidak perlu khawatir karena akan mendapatkan pajak pokok dengan estimasi sebesar Rp 500 ribu. Saham syariah menjadi salah satu solusi buat anda yang ingin berinvestasi tapi masih ragu dengan imbal hasil yang anda peroleh apakah halal atau haram.

Apakah semua jenis atau produk saham syariah juga termasuk dalam investasi syariah?

 

Namun, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan karena tidak semua saham bisa tergolongkan sebagai investasi syariah. Pertama, kegiatan usaha saham yang masuk perdagangan harus sesuai dengan prinsip syariah. Artinya, tidak boleh anda kaitkan dengan hal-hal yang tidak masuk kategori halal. Kedua, seluruh proses transaksi yang ada pada saham harus menggunakan mekanisme syariah.

Seperti halnya investasi Saham Syariah konvensional, perlu Anda ingat bahwa investasi ini memiliki return yang tinggi namun risikonya sama. Bagi investor yang tidak ingin terlalu menghadapi risiko, dapat memilih saham syariah JII70 yang paling likuid. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa perusahaan efek tempat Anda membeli saham syariah telah terawasi dan telah mendapat izin dari OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS),

Posting Komentar untuk "Mengenal Saham Syariah"