Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Avarage rating app 5/5. Vote count: 32.186

Membahas Apakah Trading Crypto Haram

Membahas Apakah Trading Crypto Haram karena akhir-akhir ini menjadi investasi yang digandrungi banyak orang dalam berbagai kalangan. Popularitas crypto Indonesia membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan catatan terkait halal atau haramnya investasi jenis baru ini. Pemerintah menyebut bitcoin sebagai investasi yang mendekati gharar atau spekulasi yang merugikan orang lain. Hal ini menyebabkan tidak adanya aset pendukung atau underlying asset.

Trading Crypto Haram

Trading Crypto Haram karena tidak dapat terkendali dan tidak terjamin secara resmi sehingga kemungkinan banyak spekulasi yang ilegal. Kepala Divisi Kepengurusan MUI Pusat, KH mengatakan, bitcoin memiliki hukum yang halal sebagai alat tukar bagi yang mau menggunakannya dan mengakuinya. Namun, bitcoin sebagai investasi legal adalah haram karena hanya alat spekulasi, bukan untuk investasi, hanya permainan untung-rugi, bukan bisnis.

Bitcoin adalah bagian dari perkembangan teknologi digital yang ingin menjadi media pertukaran untuk transaksi dan bahkan investasi luar kendali bank sentral atau pemerintah manapun pada dunia. Bitcoin keseluruhannya merupakan mekanisme pasar digital tergantung pada permintaan dan penawaran. Bitcoin adalah mata uang digital yang tersebar dalam jaringan peer-to-peer dengan sebutan Blockchain yang terakses oleh publik.

Bitcoin memulai penyebaran dengan nama samaran, Satoshi Nakamoto sebagai mata uang digital berbasis kriptografi. Fungsi lain untuk mendukung kehidupan masyarakat dalam jual beli mata uang digital yaitu Crypto. Crypto adalah mata uang digital yang tidak terawasi oleh pemerintah dan bukan merupakan mata uang resmi. Bitcoin terbatasi hanya 21 juta, yang ada dengan membeli atau menambang dan berguna sebagai alat tukar dan investasi.

Beberapa negara, Bitcoin terklasifikasikan sebagai mata uang asing yang umumnya tidak terakui oleh otoritas dan regulator sebagai mata uang resmi atau alat tukar karena tidak mewakili nilai aset. Transaksi Bitcoin dianggap mirip dengan judi sehingga aktivitas trading kental dengan rasa spekulatif. Segala sesuatu yang menjadi alat tukar atau transaksi jual beli dan diterima secara umum, dalam bentuk apapun dan dalam kondisi apapun.

Bagaimana Fatwa pemerintah terkait Trading Crypto Haram sebagai transaksi mata uang?

 

1.      Bukan untuk spekulasi

2.    Ada kebutuhan, jika transaksi dalam mata uang yang sama, nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh). Jika berbeda jenis, maka harus dengan perhitungan yang berlaku pada saat transaksi dan tunai.

3.      Alasan Warren Buffett Tidak Memilih Crypto Sebagai Aset Investasi. Bitcoin sebagai alat tukar yang sah boleh dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan jumlah yang sama jika jenisnya sama. Jika jenisnya berbeda, maka wajib memiliki taqabudh pada intinya atau hukumnya (ada uang, ada bitcoin yang bisa terserahterimakan). In-qiyas dengan emas dan perak, semua benda yang tersepakati bertindak sebagai mata uang dan alat tukar.

4.      Bitcoin sebagai investasi menjadi lebih dekat dengan gharar (spekulasi dengan mengorbankan orang lain). Karena keberadaannya yang tidak memiliki aset pendukung, harga yang tidak dapat terkendalikan, dan keberadaannya belum terjamin secara resmi, maka sangat mungkin banyak spekulasi yang haram.

5.      Bitcoin secara hukum izin sebagai alat tukar bagi mereka yang mau menggunakan dan mengakuinya.

Namun, Bitcoin sebagai Trading Crypto Haram adalah alat spekulasi bukan untuk investasi, hanya alat untung rugi untuk membuka bisnis yang menguntungkan. Sebagai informasi, saat ini belum ada fatwa yang keluar dari MUI terkait investasi kripto.

Posting Komentar untuk "Membahas Apakah Trading Crypto Haram"