Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Cara Main Trading Bitcoin

Salah satu instrumen trading yang digandrungi millenial dan konon potensial, serta dapat menghasilkan cuan adalah bitcoin. 


Sederhananya, bitcoin merupakan jenis mata uang cryptocurrency (kripto) dan disimpan dalam bentuk format file wallet oleh pemilik dalam komputer pribadi atau bisa juga disimpan pihak ketiga, namun kepemilikannya tidak memerlukan identitas (anonim).

Bitcoin: Pengertian dan Mainnya di Trading

Bitcoin adalah versi digital uang tunai yang proses transaksinya berlangsung dari pengirim ke penerima (peer to peer) dan setiap transaksi dicatat dalam buku besar yang didistribusikan melalui blockchain. Uniknya, bitcoin tidak memiliki wujud fisik, serta tidak diatur dan dipengaruhi regulasi pemerintah atau lembaga keuangan.

Lalu, bagaimana cara mendapatkannya? Pertama, bitcoin mining. Sesuai namanya, trader harus ‘menambang’ bitcoin dengan memecahkan sandi-sandi rumit. Proses menambang ini dilakukan dengan cara menambang di pool, cloud, solo dan platform. Untuk menghasilkan dengan cara ini dibutuhkan komputer berspesifikasi tinggi dengan hardware seharga ratusan juta.

Kedua, membelinya di excharger atau ritel-ritel. Demi keamanan, disarankan membelinya di situs resmi yang terdaftar di Bappebti dan Kominfo. Setelah menentukan excharger, lakukan registrasi di platform dengan mengisi identitas diri, alamat email, membuat password akun, lalu Anda sudah bisa login dan melakukan trading, seperti menyetorkan uang atau membeli koin.

Fyi, bagi para pemula yang ingin terjun, keuntungan bitcoin sama dengan trading lainnya, yaitu selisih harga jual dengan harga beli. Trader wajib menjualnya pada posisi harga jual lebih tinggi dibanding harga beli. Trader harus lihai membaca pergerakan karena bitcoin memiliki volatilitas sangat tinggi, bisa naik dalam hitungan detik dan anjlok tanpa ampun dalam hitungan detik juga.

Ada dua komponen yang perlu diperhatikan dalam menentukan bitcoin bergerak bearish (turun) atau bullish (naik). Terjadinya penurunan atau kenaikan diangka lebih dari 20%, serta jika harga tidak kembali dalam kurun waktu 90 hari ke harga tertinggi atau terendah sebelum perubahan terjadi.

Bitcoin bisa menjadi sarana investasi jangka panjang (hodl), dibeli dan dijual dalam hari yang sama (day trading), atau bisa juga trader membelinya dalam jumlah yang sangat banyak untuk memengaruhi harga dan menjualnya saat harga melambung (pump and dump).

Well, sama halnya dengan investasi lain, baik itu reksadana atau saham, Anda wajib mempelajarinya terlebih dahulu. Tidak hanya orientasi cuan semata dan ikut-ikutan tren agar tidak mengalami kerugian.